DAMPAK PNPM

DAMPAK PNPM,
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PADA PELUANG KERJA DAN PEMBERANTASAN KEMISKINAN


Jakarta – April 12, 2007

Gustav F. Papanek
Boston Institute for Developing Economies (BIDE)
Konsultan, Bank Dunia

Garis besar paparan

Dampak pada peluang kerja: 24 juta orang mendapat pekerjaan.

Berbagai manfaat PNPM adalah akibat dari meningkatnya kegiatan ekonomi, bukan akibat peluang kerja yang langsung terbuka.

Dampaknya besar bagi orang miskin – 16 juta orang miskin mendapat manfaat.

PNPM hendaknya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program untuk menciptakan peluang kerja dan memberantas kemiskinan.

A. PNPM dapat membuka peluang kerja tambahan selama 60 hari untuk sekitar 24 juta orang pada 2009

Manfaatnya akan cukup besar

terutama karena penghasilan dan pekerjaan tambahan dapat diperoleh pada masa setelah musim sibuk di bidang pertanian, konstruksi, dsb., ketika banyak orang miskin sangat membutuhkan penghasilan tambahan

2. Tetapi hanya jika sepenuhnya didanai pada tahun 2008 & 2009.

Hibah kecamatan sebesar Rp. 3 milyar: 20-26 juta orang mendapat pekerjaan dan penghasilan pada ‘09.

Hibah kecamatan dipatok pada Rp. 1,5 milyar: 10-16 juta orang mendapat pekerjaan dan penghasilan.

Grafik 1: Lapangan kerja yang dihasilkan oleh PNPM

3. Dari 24 juta orang yang mendapat manfaat, hanya sekitar 500.000 akan tercatat bekerja di bawah PNPM karena:

a. Orang miskin tidak dapat tidak bekerja–mereka harus bekerja agar bisa makan. Sebagian besar penerima manfaat PNPM akan setengah menganggur: pada bulan-bulan dimana mereka hanya mendapat pekerjaan selama 20-30 jam seminggu.

b. Penganggur sebagian besar adalah golongan menengah berpendidikan dan muda, yang menolak pekerjaan kasar yang ditawarkan PNPM.

B. Manfaat-manfaat besar PNPM akibat kegiatan ekonomi yang lebih besar yang ditimbulkannya, bukan karena jumlah orang yang dapat langsung diberinya pekerjaan

Pada 2009, sekitar 60% dari manfaat PNPM bersifat tidak langsung: kegiatan ekonomi yang meningkat.

Manfaat tidak langsung akibat:

a. “Multiplier” pendapatan– pendapatan tambahan yang tercipta di desa karena orang yang bekerja di bawah PNPM menggunakan uangnya untuk membeli makanan, barang dan jasa yang lain.

b. Dampak yang lebih besar berasal dari investasi dalam perbaikan infrastruktur, yang memungkinkan pengangkutan barang bernilai tinggi dengan biaya rendah.

Grafik 2: Sumber-sumber lapangan kerja
oleh PNPM

3. Proyek-proyek pedesaan diperkirakan akan

menghasilkan rate of return, penghasilan tahunan

sebagai persentase biaya investasi, sebesar 50%,

yang akan terus dapat diperoleh dengan perawatan;

ini sangat besar.

Selain itu, ada manfaat tidak langsung yang lain, yang tidak dapat diukur dari sisi peluang kerja yang terbuka dan penghasilan yang meningkat:

a. PNPM dapat dijadikan mekanisme Jaring Pengaman Sosial atau Asuransi Sosial.

b. PNPM membantu mencegah tingkat upah bagi semua, bahkan juga bagi orang yang tidak terlibat dalam kegiatan PNPM, turun ke tingkat yang rendah di luar musim sibuk.

Dampak PNPM pada kemiskinan
besar sekali

1. Sekitar 16 juta orang miskin, 35-45% dari jumlah total orang miskin, akan mendapat manfaat dari PNPM pada 2009

2. Tetapi jika hibah dipatok pada angka Rp. 1,5 milyar pada 2008/09, maka hanya 9,5 juta yang akan mendapat manfaat.

3. Dari 16 juta orang miskin yang akan mendapat manfaat:

6,5 juta akan lepas dari perangkap kemiskinan, dan

9,5 juta akan mendapat kenaikan penghasilan sebesar 10-14%, tetapi ini tidak cukup untuk melepaskan diri dari jerat kemiskinan.

4. Faktor-faktor yang lain dapat menyapu bersih berbagai manfaat PNPM.

Berapa banyak orang miskin tergantung

pada atau lebih banyak tergantung pada:

§ Harga beras dan makanan pokok yang lain;

§ Jumlah pekerjaan yang diciptakan melalui tingkat pertumbuhan dan seberapa jauh pertumbuhan bersifat padat karya;

§ Efektivitas Program Bantuan Tunai Bersyarat.

D. PNPM dapat menjadi elemen penting
dalam program pemberantasan
kemiskinan dan penciptaan pekerjaan

1. PNPM dapat membangun infrastruktur lokal/desa dengan biaya 40% di bawah biaya proyek-proyek pemerintah. Karena itu, PNPM tidak saja efektif untuk memberantas kemiskinan dan meningkatkan peluang kerja, tetapi juga sangat efisien dalam membangun infrastruktur lokal.

Sejumlah dana untuk Asuransi Sosial/Jaring Pengaman Sosial juga hendaknya dapat dialokasikan kepada PNPM untuk penyediaan jasa-jasa semacam itu secara efisien.

3. PNPM meningkatkan Pendapatan Nasional Indonesia sebesar kira-kira:

Rp.17 trilyun [$ 2 milyar] pada 2009, dan

Rp. 26 trilyun pada 2010 [hampir $ 3 milyar] sebagai efek tidak langsung dari rangsangannya pada perekonomian. Rp. 3-5 trilyun atau sekitar itu masuk ke kantung Pemerintah dalam bentuk pemasukan pajak dari konsumsi yang meningkat dan pemasukan-pemasukan pajak lainnya, yang dapat digunakan untuk mendanai PNPM di tahun-tahun yang akan datang.

Rekomendasi utama:

PNPM didanai penuh pada 2008/09 sebesar Rp. 3 milyar per Kecamatan. Jika tidak, manfaat yang dijanjikannya tidak akan terwujud.

2. Kampanye besar-besaran untuk mendidik masyarakat luas dan pejabat pemerintah harus terus menekankan:

a. PNPM akan membawa manfaat yang luar biasa besar.

b. PNPM adalah bagian dari strategi Pemerintah untuk

memberantas kemiskinan, pengangguran dan

pengangguran terselubung.

3. Penting sekali untuk menyusun program evaluasi yang kredibel untuk semua program kemiskinan, termasuk PNPM, sebagai basis untuk menetapkan prioritas pendanaan Pemerintah pada tahun-tahun yang akan datang—program-program mana yang terbukti efektif.

TASAWUF DAN KEHIDUPAN KONTEMPORER

TASAWUF DAN KEHIDUPAN KONTEMPORER

Kaum sufi yang merupakan kaum elit dan kaum terdepan. Merupakan roda penggerak utama islam pada masanya.Sepanjang abad ke-18, ke-19 dan awal abad ke-20, gerakan-gerakan sufi besar di Afrika dan Asia sering dihubungkan dengan gerakan-gerakan Islam umumnya.

Kaum sufi adalah kaum elit masyarakatnya, dan sering memimpin gerakan pembaruan, atau perlawanan terhadap penindasan dan dominasi asing atau kolonial. Maka, misalnya, mereka terlibat jauh dalam gerakan politik seperti kebangkitan di Maroko dan Aljazair melawan Prancis, dan pembangunan kembali masyarakat dan pemerintahan Islam di Libya, yang sebagian besar dilakukan oleh para anggota tarekat Sanusi. Di Nigeria utara, Syekh ‘Utsman dan Fobio (m. 1817), seorang anggota Tarekat Qadiriyah, memimpin jihad melawan para penguasa Habe yang telah gagal memerintah menurut syariat Islam, yang telah mengadakan pembebanan pajak yang dibuat-buat, korupsi umum, penindasan, dari menjatuhkan moralitas Islam pada tingkat rakyat maupun istana. Lebih jauh ke timur, Syekh Muhammad Ahmad al-Mahdi (m. 1885), anggota tarekat Tsemaniyah, berhasil menentang pemerintahan kolonial Inggris di Sudan. Fenomena serupa terjadi pula di Timur. Misalnya, kaum sufi Naqsabandiyyah dan Syah Waliyullah menentang kekuasaan kolonial Inggris di India.

Demikianlah kaum sufi beraksi di banyak negara di masa penjajahan, menentang usaha kolonial untuk menjungkirkan pemerintahan Islam, dan berusaha menghidupkan kembali serta mempertahankan Islam yang asli. Mereka sering membentuk atau berada di jantung kelompok-kelompok sosial yang kuat, dan mempunyai banyak pengikut di banyak bagian dunia. Yang membuat gerakan-gerakan ini tetap berhubungan dan kuat ialah kenyataan bahwa selama abad ke-19 rakyat tidak aktif, dan kendali atas pemilikan tanah, bersama dengan pengaruh tradisi kultural yang telah lama mapan, memainkan peranan penting dalam stabilitas masyarakat. Namun, di abad ke-20 situasi ini mulai berubah secara cepat dan radikal

Penjajahan Barat atas kebanyakan negeri Muslim hampir sempurna menjelang akhir Perang Dunia Pertama. Setelah itu, kedatangan para penguasa sekuler dan sering “klien”, yang ditunjuk atau disetujui oleh Barat, menentukan suasana. Kepentingan serta pengaruh agama dan kaum sufi menjadi nomor dua, karena erosi yang cepat dalam nilai-nilai dan gaya hidup masa lalu dan tradisional, dan menjadi bertambah sulit dan berbahaya untuk mengikuti jalan Islam yang asli secara utuh di negeri-negeri Muslim. Berlawanan dengan apa yang terjadi di Timur, banyak organisasi dan masyarakat spiritual muncul di Barat, sering dimulai oleh para pencari pengetahuan Barat.

Kenyataan bahwa banyak orang dari masyarakat Barat mengikuti gerakan-gerakan agama semu (psendo-religions), seperti gerakan Bahai dan Subud, maupun berbagai cabang Budhisme, Hinduisme, dan agama-agama baru minor lainnya, atau versi-versi agama lama yang dihidupkan kembali, menunjukkan kehausan dan minat akan pengetahuan spiritual di Barat, dimana berbagai versi agama Kristen yang lebih berdasarkan pikiran atau emosi ketimbang berdasarkan “hati”, telah gagal memberikan santapan rohani yang sesungguhnya selama beberapa abad. Lebih berpengaruh dari berbagai gerakan ini adalah gerakan kaum Teosofi dan Mason. Menjelang awal abad ke-20 kita dapati perhatian yang amat besar pada spiritualisme di Eropa maupun Amerika Utara.

Karya para orientalis yang berusaha menggali dimensi spiritual agama-agama Timur –sekalipun dalam kerangka konseptual mereka yang khas, termasuk Islam, turut memperbesar minat terhadap spiritualisme dan pencarian pengalaman mistik di Barat, melalui tulisan dan terjemahan mereka atas karya-karya asli tentang tradisi-tradisi, kesenian, kultur, falsafah dan agama-agama Timur. Tasawuf mulai tiba di Barat bersama dengan gerakan spiritual semu atau gerakan spiritual sesungguhnya.

Kedatangan banyak guru India dan ahli kebatinan Budha bertepatan dengan lahirnya perhatian terhadap tasawuf. Di pertengahan abad ke-20, cukup banyak masyarakat dan gerakan sufi muncul di Eropa dan Amerika Utara, sebagian didirikan oleh orang sufi yang sesungguhnya dan sebagian oleh sufi semu. Dengan berjalannya waktu, lebih banyak informasi tentang tasawuf dan Islam yang lengkap dapat diperoleh di Barat. Krisis minyak di Barat dan ledakan minyak di sejumlah negara Timur Tengah juga membantu meningkatkan kontak dengan Timur Tengah dan bahasa Arab serta informasi tentang Islam. Kemudian datang Revolusi Islam Iran di tahun 1979 yang menyebabkan bangkitnya perhatian dunia kepada tradisi Islam. Tidaklah lepas dari konteks apabila dikatakan di sini bahwa kediaman Imam Khomeini sebelumnya, dan tempat di mana ia menyambut tamu-tamu rakyatnya di utara Teheran, adalah masjid dan tempat suci sufi. Sebenarnya Imam Khomeini berkonsentrasi pada ilmu tasawuf dan ‘irfaan (gnosil), pada tahun-tahun awal di sekolah agama di Qum. dan tulisan-tulisannya yang awal terutama mengenai makna batin dari berjaga malam (qiyamul-lail), shalat malam dan kebangunan-diri.

Perlu diperhatikan bahwa kita jangan merancukan kualitas spiritual dari seorang individu dengan kejadian lahiriah. Imam ‘Ali, guru semua sufi, hanya mengurusi peperangan selama bertahun-tahun sebagai pemimpin umat Islam. Kejadian-kejadian lahiriah kadang membingungkan penonton dan menyembunyikan cahaya orang-orang semacam itu. Tentang keadaan tasawuf di Barat di masa lalu yang lebih belakangan ini, kami mengamati dan menyimpulkan bahwa banyak kelompok yang menerima tasawuf untuk mengambil manfaat dari beberapa disiplin, doktrin, praktik atau pengalamannya, telah mulai terpecah belah.

Kelompok-kelompok gerakan zaman baru ini yang mengikuti sejumlah gagasan yang diambil dari tasawuf sedang terpecah-pecah karena jalan hidup mereka tidak selaras dengan garis umum Islam yang asli, dan oleh karena itu mereka tidak mendapat perlindungan lahiriah yang diperlukan untuk melindungi dan menjamin keselamatan gerakan batinnya. Maka selama beberapa dasawarsa terakhir abad ini, kita lihat bahwa kebanyakan gerakan sufi di Barat telah menguat karena berpegang pada amal-amal lahiriah Islam, atau melemah dan merosot karena tidak berlaku demikian.

Hai kawan,
Saya pernah membayar seorang website designer Rp. 1.500.000 untuk membuat sebuah website
saya seolah menghamburkan uang hanya untuk hal tersebut, padahal
ternyata membuat website itu mudah sekali dan bahkan mendapatkan uang dari internet juga
sangat mudah.
Hai rekan,
Perkanalkan dulu Nama saya Budi Haeruman, sebelumnya saya mohon maaf karena telah mengirim e-mail
tanpa anda kehendaki, namun maksud saya hanya, saya ingin selalu bersilaturahmi dengan
semua netter untuk mempererat tali persaudaraan saja.
Selebihnya dari itu, saya tidak ingin anda mengalami hal yang sama seperti saya
hanya karena ingin memilik website saja, harus membayar Rp. 1.500.000, khan sayang uangnya mendingan
dipakai buat keperluan yang lain, ada informasi baru lho, kalan kawanku ini ingin memiliki website bisnis
kunjungi website http://bisnisxu.com disana kita dipandu bagaimana cara memiliki sebuah website,
khan kebanyakan orang hanya mempu merancang websitenya saja, tetapi mereka bingung bagaimana cara mengonlinekannya
di http://bisnisxu.com kita dituntun langkah-demi langkah lho
dan kalau berminat dengan rancangan website bisnis yang mereka tawarkan disana, silahkan daftar saja
masalah pembayaran boleh kapan saja, namun kalau panduannya gratis lho..

Saya bisa, Anda pun pasti dan harus BISA !!!

Mari bergabung bersama kami di :
http://www.pembuatwebsite.com

Salam, dariku
Copier

Nadlirun

<p><a href=”http://www.kapanlagi.com/” target=”_top”><img src=”http://ourfriend.kapanlagi.com/i/lunamaya-200×200-B.gif” style=”border:0px;width:200;height:200;” /><br /><a href=”http://www.kapanlagi.com/” style=”text-decoration:none;color:#000000;font-weight:bold;font-family:verdana;font-size:9pt;” target=”_top”>KapanLagi.com</a></p>

Nadlirun andy husyaim

N : Nuansa kehidupan
A : alangkah membingungkan
D : dari suatu masalah
L : lahir masalah baru
I : ini sudah menjadi kehendak-Nya, hadapilah
R : rintangan ini dengan sabar dan tawakkal
U : untuk mencapai kesuksesan di masa depan
N : nuraniku berkata “engkau pasti bisa”
Baca selebihnya »

Profile

Nadlirun, nama lengkapnya Nadlirun Andy Hasyim bin H.Hasyim. Ia dilahirkan di “Kota Wali” Kabupaten Demak Jawa Tengah.
Pendidikan Dasar-nya ia mulai dari Madrasah Ibtida’iyyah di desanya sendiri di “MI Matholi’ul Ulum”, Pendidikan Menengah Pertama ia jalani di “MTs al-Mabrur” Madrasah Tsanawiyyah al-Mabrur Menco Kkecamatan Wedung Kabupaten Demak. Ia menamatkan Sekolah Menengah Atas di “MA Raden Fatah” di desa Ujungpasir Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Baca selebihnya »